Ketika Firaun naik takhta, perintah pertama yang ia berikan adalah membangun piramida untuk makamnya. Pekerja mengeluarkan peralatan dan makanan dari gudang kerajaan. Pemandu wisata di Piramida Khufu di dataran Giza mengatakan dibutuhkan 100.000 budak untuk membangun piramida tersebut. Ternyata keterangan itu tidak benar. Pembangunan Piramida Khufu hanya membutuhkan 4.000 pekerja bebas dari desa-desa sekitarnya.
<!--more-->
Pembangunan piramida hingga kini masih menimbulkan teka-teki besar di kalangan arkeolog dan egyptolog (ahli sejarah Mesir Kuno).
Awal Pembanguan yang berat
Dibutuhkan ratusan batu yang sebagian besar berupa batu kapur, selain batu granit. Padahal batu granit itu keras sekali. Granit mesti dipotong dengan pahat dan gergaji Mesir yang terbuat dari tembaga. Selain itu diperlukan dolorit khusus untuk membentuk celah ke dalam dinding galian. Kemudian dimasukkan sepotong kayu ke dalam celah tersebut dan dibasahi dengan air. Sedikit demi sedikit kayu akan mengembang dan memecahan batu granit yang menghasilkan sebongkah balok batu kasar. Blok batu ini kemudian dihaluskan dengan pasir dan dipotong-potong sesuai dengan kebutuhan. Semua itu dikerjakan dengan peralatan sederhana.
Dari tempat penggalian batu, para pekerja tentu harus menarik batu tersebut ke kapal. Kapal itu akan berlayar di sepanjang Sungai Nil menuju proyek pembangunan. Padahal sebongkah batu itu beratnya 2,5 ton dan untuk menarik dan mengangkat ke kapal dibutuhkan 18 hingga 20 pekerja.
Langkah berikutnya, balok-balok batu itu ditulisi tujuan dan letak batu itu nantinya akan ditempatkan. Ada yang bertuliskan "sisi ini di atas". Ada juga yang bertuliskan nama kelompok pekerja seperti "kelompok abadi". Bahkan beberapa pekerja menulis pesan yang cukup berani "alangkah mabuknya sang raja".
Untuk memudahkan tugas, para pekerja menarik batu-batu, dipergunakan kayu yang telah diberi sejenis minyak. Hanya dengan minyak ini eretan bisa menahan beban batu yang beratnya puluhan ton. Dengan bantuan tumpuan penggelinding, jalur landai, dan eretan, para pekerja dapat menarik batu yang beratnya sampai 15 ton ke lokasi pembangunan piramida.
Lokasi piramida harus di bukit karang kecil di tengah padang pasir. Di batu karang inilah dibuat membentuk segi empat sempurna sebagai fondasi piramida. Setelah itu para pekerja itu harus membuat jenjang-jenjang yang mirip tangga di sisi bukit tempat piramida itu nantinya akan dibangun. Jenjang tersebut harus rata karena nanti akan dipergunakan sebagai fondasi tempat balok-balok batu diletakkan.
Agar landasan piramida tidak miring, dibuatlah parit yang berisi air di seputar fondasi piramida. Dengan memakai permukaan air sebagai pedoman, para arsitek sanggup menata tanah seluas 5,2 hektar hingga ketinggian menjadi rata. Begitu hebatnya kerja para arsitek zaman dulu itu. Bayangkan, selisih ketinggian antara pojok tenggara piramida dan pojok Barat Laut hanya 1,25 cm! Padahal zaman itu belum ada alat ukur seperti sekarang.
Untuk membuat bangunan piramida berundak, mereka membuat jalur menanjak bertingkat sepanjang lereng piramida. Tiga jalur naik dan satu jalur turun. Dengan pengaturan seperti ini, pekerjaan menarik batu ke atas piramida tidak terganggu sama sekali. Akhirnya, agar lereng piramida menjadi rata dari puncak setinggi 144 m, para pekerja memotong balok-balok tersebut sehingga lerengnya menjadi rata.
Lorong yang rumit
Piramida besar, The Great Pyramid mempunyai ukuran yang luar biasa besarnya karena bagian dalam makam yang terdiri dari lorong, gang, lubang angin, gang besar dan ruang raja. Ruang raja ini dibangun dengan tehnik yang tidak kalah hebatnya dengan bagian-bagian yang lain.
Ruang raja beratap lempengan batu granit besar, yang terdiri dari lima ruangan. Walaupun sekarang lempengan ini banyak yang retak, susunan atapnya masih utuh. Struktur ini dapat menahan beban batu yang ada di atasnya. Gang besar dibangung dengan langit berlapis-lapis dengan penguat sepanjang 50 m dan tinggi 8,5 m.
Ketika Piramida Besar mulai dibangun, Firaun Khufu menginginkan piramida yang kecil. Dia ingin kamar makam terletak jauh di dalam fondasi karang di bawah dasar piramida. Namun kemudian dia berubah pikiran. Ia memerintahkan makan diperbesar dengan kamar makam raja lebih tinggi.







0 komentar:
Posting Komentar